-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 348 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 348 bag 2 by Meysha Lestari.  Kakak ipar Santoshi sedang berdiri seorang diri. Gangaa datang menemuinya bersama nenek. gangaa memperkenalkan kakak ipar Santoshi pada Nenek. Nenek dan kaka ipar santoshi saling sapa. kaka ipar santoshi menatap keliling sambil berguman "kemana perinay santoshi? kenapa belum kembali?" Kakak ipar Santoshi lalu minta izin untuk pergi mencari santoshi. Gangaa dan nenek mengangguk.

Ganga hendak pergi, tapi nenek menahannya, "kau diam saja di sini, jangan kelayapan kemana-mana. Aku tidak ingin ada drama yang tidak perlu di sini karena keluargaku itu mengenalmu.." Nenek ternampak Sagar dan memujinya sambil tersenyum lebar. Gangaa menuruti kata-kata nenek dengan pasrah. Dia tidak kemana-mana, hanya berdiri di tempatnya semua.

Para undangan membentuk barisan antrian. Satu persatu mereka membeir restu pada ibu dan jabang bayinya. kakak ipar Santoshi ada dalam barisan itu untuk menunggu giliran. tak lama kemudian santoshi bergabung dengannya. Santoshi berdiri di depan kakak iparnya, karena itu dia duluan yang mendapat giliran pertama untuk memberi restu. tapi dia tdiak tahu caranya. Kakak iparnya megajarinya cara melakukan arti. Setelah gilirannya selesai., santoshi meninggalkan antrian dan menghampoiri Gangaa.

Santoshi menyuruh Gangaa melakukan resham juga. Gangaa menolak. Santoshi memaksa. ragini datang dan berkata kalau dirinya ingin melakuan Resham. Santoshi melarang. Gangaa meminta Santoshi agar membiarkan Ragini melakukan resham. Santoshi akhirnya setuju. Dia menyuruh ragini berdiri di antrian.

Setelah mengantar Ragini, Santoshi mengambil duduk disebelah seorang wanita tua. Dia menyentuh anting-ating di telinga wanita itu seperti tak pernah melihatnya. SSantoshi memuji anting-anting wanita itu. Si wanita menepis tangan Santoshi dan merasa aneh dengan kelakuannya.

Tiba giliran Ragini untuk melakukan resham. Ragini tidak tahu caranya dan hampir menumpahkan seluruh isi nampan ketika Ganga cepatc-epat meraih napan itu agar tidak sisinya rtidak tumpah. Salah satu keluarga Rani yang mengenal gangaa menegurnya dengan marah, "beraninya kau melakukan itu... dan membuat dosa besar.." Rani  ikut-ikutan memarahi Gangaa karena berani hadir di upacara sakral itu dengan statusnya yang janda.

kakak ipar santoshi merasa heran mengapa orang-orang menyebjut Gangaa janda sementara dia memakai pakaian berwarna. Denga ketus kakak ipar santoshi mengingatkan semua orang kalau janda tidak boleh partisipasi di ritual seperti ini. Sagar tertegun mendengar drama itu. Ragini meminta mereka semua agar tidak menggangu Gangaa, "karena Gangaaku dia tidak bersalah..."

Nenek datang danterlihat gusar. Rani memarahi nenekkarena mengajak Gangaa di kerumahnya, "lihat apa yang sudah di lakukan gadis itu pada kami dan upacara ini?" Nenek terdiam. Gangaa menghampiri Rani dan menegurrnya, "bibi Rani, jangan memarahi nenek, nenek tida bersalah. Marahi saja aku!" Rani menghadap gangaa dan mengeluarkan semua unek-unek di hatinya, "...kau adalah alasan mengapa orang-orang tidak mau mengunjungi rumah nenek..." Santoshi yang melihat adegan itu mengerutu, "mereka bilang mereka orang modern, tapi mengapa tidak bisa mengabaikan hal seperti ini...?"

Nenek terlihat tegang dan coba menahan diri agar tidak tercipta drama yang lebih besar lagi. Nenek tidak ingin dirinya ikut-ikutan di tuduh dan di hina juga. Tapi sikap nenek tidak menghalangi para wanita itu dari bergosip. Salah satu dari mereka berkata, "mereka telah menyimpan gadis ini di rumahnya dan anak laki-laki mereka mengejar-ngejarnya. Untuk itu mereka tidak berhak menuduh siapapun juga!"

Sagar sedih dan meminta maaf Gangaa karena tidak bisa membantunya. Dia juga coba menahan diri dan menunggu nenek untuk membela Gangaa. Kakak ipar santoshi menyiramkan minya ke api dengan mengatakan kalau dia datang ditempat dan waktu yangs alah, "kalau aku yang ada di posisimu, aku tidak akan melakuan ini. Dan hanya tuhan yang tahu keburukan apa yang kau berikan pada bayi yang belum lahir ini..."

Sagar kembali meminta maaf pada ganga karena tdiak bisa berbuat apa-apa, "..jika aku mengatakan sesuatu untuk membelamu, maka nenek tidak akan pernah berpihak padamu. Aku harap nenek mengatakan sesuatu untuk menyelamatkan kehormatan Gangaa. Sekarang atau tidak sama sekali!"

Santoshi yang mendengar hinaan terhadap Gangaa, berdiri menghampiri mereka dan buka suara, "kenapa kalian semua begitu keras pada seorang gadis yang menjadi janda, sementara dia sendiri tidak tahu apa artinya..." kaka ipar Santoshi menyuruh Santoshi diam, "janda tetap janda. Tidak pandang usia.." Sagar sangat geram. Dalam hati Sagar berkata, "cukup sudah. Aku tidak bisa diam lagi..." Tapi sebelum Sagar mengatakan sesuatu, nenek sudah berteriak lantang terlebih dahulu.

kata nenek, "cukup!! Tutup mulut kalian! Kalian sudah banyak bicara. Jikalau ada yang bicara menentang gangaa, tidak ada yang sekeras aku! Keburukan apa yang  kalian bicarakan? Gangaa sangat kuat karena itu dia bisa mengangkat penderitaan orang lain. Dan dia tidak akan membawa keburukan..." Nenek menataop Rani dan menyemprotnya dengan pedas dan ketus, "di mana nilai-nilai kekeluargaanmu ketika kau memunggungi keluargamu sendiri? tapi meski Gangaa adalah orang asing bagi kami, dia selalu menyirami kami dengan cinta, yang kau sendiri tidak pernah melakukannya..."

Nenek menatap mereka semua dan kembali berkata, "memang benar dia punya keangkuhan. tapi apa yang kalian sebut sebagai keangkuhan itu sebenarnya adalah harga kehormatan dirinya. yang membuat dia tidak membungkuk pada siapapun. tapi kalian tidak akan memahami ini.." Sagar terharu medengar pembelaan nenek pada gangaa. nenek terus berkata, "Gangaa selalu mengatakan kebenaran, yang orang lain tidak bisa melakuannya. Dan dia pasti telah melakukans esuatu yang baik di kehidupannya terdahulu, sehingga dia menjadi Gangaa di kehidupan sekarang.."

Nenek menatap Gangaa dan berkata denga nada oenuh sesal, "selama ini aku selalu menyakitimu, tapi kau merubahnya menjadi kebahagiaan dan mencurahkannya padaku dan keluargaku. Aku berdoa, semoga di kelahiranku yang akan datang, aku bisa menjadi ibumu.." Gangaa seperti tak percaya mendengar nenek mengatakan hal itu. Dia sangat terharu. Nenek terbawa perasaan. Santoshi terlihat gembira, "nenek berkata benar!" Dia bertepuk tangan, di ikuti Ragini. Beberapa wanita terlihat tidak suka dan mulai mengerutu.

Nenek berkata lagi, "ini semua tdiak di pelrukan. Aku sendiri adalah janda dan karenanya aku tahu kalau aturan ini tidak di buat oleh tuhan, tapi masyarakat yang membuang warna itu dari kami. Jika kalian merasa kalau Gangaa adalah janda dan membawa keburukan untuk setiap ritual dan upacara, maka..." Nenek meraih tangan Sagar dan membawanya ke dekat Gangaa lalu menyatukan tangan keduanya. Keduanya terlihat sedikit binggung dan ragu. Baru setelah nenek berkata, "..mulai hari ini, Gangaa bukan lagi seorang janda. Hari ini aku mengumumkan kalau Gangaa adalah bagian dari keluargaku. Dia akan menjadi istri Sagar!"

Semua orang kaget mendengar pengumuman itu. Gangaa dan Sagar saling tatap dan terharu. Nenek menanyai semua orang, "kenapa kalian semua membisu? Gangaa adalah tunangan Sagar sekarang. Dan aku mengundang kalian semua untuk datang ke pesta pernikahan mereka...dan dengan status baru ini, maka dia dapat melakukan semua ritual yang akan di lakukan.." Semua orang terdiam membisu. Sagar berkata mengingatkan mereka, "sekarang Gangaa adalah calon istriku, dan jika ada siapapun mengatakan sesuatu yeng menentangnya maka itu tidak akan baik.

Santoshi memuji keberanian Sagar dan secaratidak langsung menyindir rani dan kakak iparnya yang berpikiran kolot. Mereka semua terpaksa menurut dan menerima status baru Gangaa. Gangaa lalu melakukan ritual besama Santoshi... Sinopsis Gangaa- Santoshi Mahasangam
 
PREV  1  2  NEXT

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode