-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 348 by Meysha Lestari.

Sinopsis Gangaa episode 348 by Meysha Lestari. Debt Kolektor datang kerumah nenek untuk menagih hutang. Nenek di saksikan oleh Maharaj Ji menyuruh orang itu pergi dan berjanji akan membayar hutangnya dengan segera. Meski sedikit protes, debt kolektor terpaksa menuruti nenek dan pergi dari rumah Chaturvedi. Begitu orang itu pergi, nenek juga ikut pergi dengan di iringi tatapan heran dari Maharj ji.

Prabah sedang membaca mantra sambil memejamkan mata ketika nenek datang. Kata nenek, "janda Ratan, mana perhiasan yang kau tawarkan kemarin? Sekarang aku membutuhkannya..." Prabah kaget dan pura-pura bingung. Prabha bertanya kenapa nenek memintanya?" nenek balik bertanya, "bukankah kemarin kau bilang kapanpun aku membutuhkannya kau akan memberikannya?" Prabah binggung, "iya..." Lalu dia merogoh kantongnya untuk mencari kunci, tapi dia tidak nmenemukannya. Prabha pura-pura kehilangan kuncinya. Nenek ikut bingung, "bagaimana bisa? DI mana kau meletakkannya?" Nenek lalu menyuruh Prabha mencarinya. Mereka coba mencari kunci dibawah tempat tidur dan di balik bantal. Prabah menatap nenek dengan cemas, takut kalau kuncinya di temukan.

Tiba-tiba terdengar suara Gangaa, "tunggu sebentar bibi Prabha..." Prabha kaget dan cemas. Nenek menatap Gangaa. Gangaa menyerahkan kunci yang di pegangnya pada nenek, "ini kunci koperku dan ini...." Gangaa menunjukan saputangan merah yang berisi perhiasannya pada nenek, "ini perhiasanku, nenek bisa memakainya untuk mendapatkan pinjaman atau menjualnya untuk membayar hutang. Yang penting lunasi hutang itu sekarang..." Nenek menerima perhiasan yang di sodorkan Gangaa dan menatapnya dengan heran, "tapi ini adalah kenang-kenangan dari ayahmu..." Gangaa menjelaskan pada nenek kalau ayahnya telah datang menemuinya dan memberinya penjelasan, "tolong jangan menolaknya..." Nenek sangat terharu dan hendak mengucapkan terima kasih pada Gangaa, ketika terdengar suara Sagar memanggilnya juga Gangaa. Gangaa dan nenek bergegas pergi menemui Sagar di ikuti Prabha.

Mereka berkumpul beranda. Mereka semua mendengarkan Sagar yang sedang bicara di telpon. Sagar sedang bicara dengan seseorang yang di panggilnya bibi yang mengundangnya agar datang kerumahnya untuk sebuah acara. Sagar tanpa pikir panjang menerima undangan itu. Setelah percakapan berakhir, Sagar memberitau nenek kalau Rani mengundang mereka. Sagar lalau bernajak untuk memanggil ibunya. Maharaj memberitahu Sagar kalau Madhvi sedang keluar.

Tak lama kemudian Madhvi datang. Sagar segera memberitahunya tentang undangan Rani. Mahdvi terlihat sedih, "bagaimana kita akan pergi? Ratan baru saja meninggal..." Nenek menyela, "taka da salahnya pergi. Yang baru saja terjadi, memang harus terjadi. Rani mengundang kita setelah sekian lama. Kita sebaiknya tidak menolak undangan itu.." Sagar setuju dengan pendapat nenek dan mengajak mereka semua gara pergi. Nenek melarang SUpriya pergi, karena kehamilannya telah berada di akhir tiga bulan pertama. Madhvi berkata kalau dirinya akan tinggal untuk mengurus Supriya dan meminta agar nenek pergi saja bersama Sagar. Ragini berteriak antusias ingin ikut. Mereka memperbolehkan. Nenek menatap Gangaa dan berkata kalau Gangaa hasu ikut. Madhvi merasa heran, "Gangaa? ikut?" Nenek mengangguk, "ya. Dia harus mengurus aku..." madhvi setuju. Sagar dan Gangaa saling tatap. Prabha terlihat tegang. Nenek segera menyuruh Gangaa dan sagar berkemas. Sagar dan Gangaa menurut, mereka bergegas peri di ikuti nenek..

Di rumah rani, upacara sedang berlangsung. Musik di tabuh, undangan berdatangan. Ada tarian dannyanyian. Ragini menganggu penambu gendang. Gangaa melihat itu dan menegurnya. Ragini berlari keliling meja, Gangaa coba mengejarnya. rani dan menantunya menatap Gangaa dengan tatapan sinis. Ragini hendak berlari keluar, tapi dia menabrak Santoshi dan kakak iparnya yang baru masuk. Santosi menegur ragini dengan kasar. Gangaa meminta maaf atas nama ragini. Saat dia menatap Santoshi dia terkejut. Smabil tersenyum dia menyapa Santoshi, "Santoshi? Kau juga ada di sini?" Santoshi menatap Gangaa dengan heran. Ganga dengan penuh kerinduan memeluk Santoshi. tapi sambutan dari Santoshi begitu dingin, seolah-olah dia tdia mengenal Gangaa.

Gangaa bertanya, "santoshi, apakah kau tiak mengenal aku?" Sahtoshi menyahut dengan ketus, "tidak!" Ragini menegur Santoshi karena bicara seperti itu pada Gangaa. Santoshi balas mengomentari ragini. Gangaa menatap santoshi dengan heran. Kakak ipar Santoshi bertanya, "apakah kau mengenal Santoshi?" Gangaa memperkanlan dirinya, "aku teman Santoshi daro banaras.." Gangaa lalu menceritakan pertemuannya dengan Santoshi saat itu, dimana beberapa bandit hendak membunuhnya. Ragini memegang baju dan tangan kakak ipar Santoshi. Gangaa menegurnya, "Tagini, jangan lakukan itu..." Gangaa menarik tangan ragini agar menjauh. Santoshi membeirtahu Gangaa kalau dirinya tidak ingat apa-apa sejak mengalami cedera di kepala. Gangaa mengingatkan Santoshi akan Sagar. Saontoshi bertanya, "saipa sagar? apakah dia suamimu?" ganga tesenyum dan menggeleng, "bukan, dia temanku. Teman yang sangat kusayangi..." Gangaa kemudian mengajak Santoshi menemui sagar dan nenek. Gangaa pmit pada kakak ipar Santoshi. Kakak ipar Santoshi mengizinkan. Dia menatap kepergian Gangaa dan Santoshi dengan kesal, "ternyata dia yang menyebabkan rencana pertamaku gagal... tapi kali ini itu tidak akan terjaid lagi!"

Santoshi duduk seorang diri dikursi. Seorang pelayan menghampirinya. Santoshi mengambil nampan di tangan pelayan yang berisi makanan. Pelayan menunggu heran. Melihat itu santoshi mengusirnya. Pelayan pun pergi. Lalu Santoshi seperi orang kelaparan memakan hidangan ladoo dia ats nampan dengannikmat sekali. ragini melihat itu. Dia mendekati santoshi dan mengulurkan tanganya untuk meminta. Snatoshi denga berat hati menyodorkan nampan menyuruh Ragini mengambil sendiri. Ragini mengambil satu ladoo. lalu mengambil satu lagi, Santhosi menegurnya. Ragini berkata, "ini untuk Sagar.." Ragini lalu mencium ladoo itu, "sekarang in imenjadi spesial.." Santoshi kaget melihat apa yag dilakukan ragini.

Ragini lalu menghampiri Sagar dan menyuapinya ladoo. Sagar menolak, tapi Ragini memaksa. Akhirnya Sagar terpaksa membuka mulut. Ketika ragini hednak menyuapinya lagi, Sagar menyodorkan tangan Ragini kem mulutnya sendiri, "kau saja yang makan..."  Santoshi menatap adegan sagar dan Ragini dengan rasa heran dan aneh.

PREV  1  2

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode