-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 349 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 349 bag 2 by Meysha Lestari.  Melihat itu, pemilik Dhaba muncul dan menegur pembelinya. Tapi para pria itu mendorong pemilik dhaba dan menyuruhnya agar tidak ikut campur. Para pria itu terus menarik mengelilingi ragini. Gangaa coba memeluk Ragini. Pria-pria itu menyentuh dan mncolek Rahini. Ragini menjadi takut dan akhirnya menangis. Gangaa tidak tahu bagaimana lagi, dia memanggil nenek. nenek mendengar panggilan Gangaa dan segera datang. Dia coba melepaskan Ragini dan Gangaa dari kerumunan ketiga pria itu. Tapis alah satu dari pria itu mendorong nenek hingga nenek terbentuk tembok.

Lalu sebuah jeep berhenti di depan Dhaba. Seorang pria tampan muncul dan menghajar para pria itu tanpa ampun. Ragini menyebut pria tanpam itu snegai kak Rudra. Nenek dan Ganga kaget, "Rudra?" Rudra memukuli para preman itu sampai mereka mint amaaf. Rudra mencengkeram salah satu dari mereka dan memanggil Ragini agar menaparnya. Ragini maju dan menampar pria itu dengan keras. Setelah itu Rudra menyuruh Ganga menampar pria itu, tapi Gangaa menolak, "tidak..." Rudra menoleh dengan heran, "kenapa?" Rudra mendorong pria itu ke arah temannya yang memegang tongkat. Teman Rudra itu kembali mencengkeram kerah baju si preman.

 
Gangaa menjawab dengan tegas, "karena itu bertentangan dengan prinsipku..." Gangaa menjelaskan alasnya pada Rudra panjang lebar. Rudra mendengarkan tanpa protes. nenek mengangguk setuju dengan kata-kata Gangaa. Sementara mereka ngobrol, preman-preman itu mendapat kesmepatan untuk melarikan diri. Teman Rudra coba mengejarnya tapi tidak jadi. Nenek memprotes pemilik Dhaba karena membiarkan orang-orang septi mereka berkeliaran di kedainya dan menggangu orang. Rudra meraih ragini dan memeluknya.

Sagar datang sambil tergopoh-gopoh, "nenek, ada apa?" Nenek mengadu pada Sagar apa yang telah terjadi. Rudra menambahkan kalau dirinya datang tepat waktu dan tidak terjadi apa-apa pada adiknya. Rudra bertanya, "apakah kau Sagar?" Sagar menatap Rudra dengan takjub, "dan kau kak Rudra?" Keduanya lalu berpelukan. Rudra bertanya siapa gadis satu lagi. Sagar terngangaa, "apakah kau tidak ingat? Di aadalah Gangaa ku..!" Rudra menatapnya dengan takjub, "kau Gangaa kecil yang dulu itu? Wah sekarang kau sudah besar.." Gangaa menegur Rudra karena menghajar para preman itu. Rudra membalas kalau apa yang di lakukannya adalah benar. Tapoi Gangaa tidak setuju, karena pa yang di ajarkan Niru dan Nenek bukan begitu. Nenek tersenyum bangga. Rudra berkata, "kau masih keras kepala sepetri yang ku kenal dulu..." Gangaa menyahut cepat, "bukan keras kepala, tapi teguh pendirian..." Nenek tertawa.

Rudra mengajak Ragini pulang. Tapi Ragini menolak, dia memegangi tangan Sagar dengan erat, "aku tidak mau pulang, aku akan tinggal bersama sagar dan Gangaa saja.." Rudra bingung. Nenek mengundang Rudra agar berkunjung kerumah mereka. Sagar mendukung nenek, "ya, papi pasti senang melihatmu lagi.." Rudra setuju. Ragini sangat senang. Rudra mengajak Ragini naik ke mobilnya. Ragini menolak, "aku ikut mobil Sagar saja. kalau ikut mobilmu, maaka Gangaa juga harus ikut." Nenek menengahi, "tidak perlu Gangaa, aku saja yang ikut mobil kalian.." Ragini menurut.

Nenek ikut mobil Rudra. Sagar hanya berdua dengan Gangaa di mobilnya.  Sagar dan Gangaa terlihat senang. Sagar senang karena rudra dan Ragini ada bersama mereka. Tiba-tiba Gangaa teringat pesan Santoshi agar menjauhkan Ragini dari Sagar. Melihat Gangaa tegang, Sagar bertanya, "Ganga, ada apa? Kenapa kau tiba-tiba diam? Katakanlah Gangaa, ada apa?" Gangaa berkata tentang Ragini yang sangat terikat pada Sagar dan posesif padanya, "dia akan segera datangs etiap kali melihat aku bicara denganmu.."

Mendengar kata-kata Gangaa, Sagar segera meminggirkan mobilnya. Gangaa heran, "kenapa berhenti Sagar?" Sagar melepas sambuk pengamannya dan duduk mirik kearah gangaa, "kau cemburu Gangaa.." Gangaa menyangkal, "tidak sagar..." Sagar mengendus-endus, "aku mencium banunya.. kau benar-benar cemburu.." Gangaa menyangkal. Sagar menggodanya. Gangaa jadi emosional dan menangis. Sagar terlongo, "kenapa gangaa? kau menangis?" Gangaa menutup wajahnya dengan kedua tangan dan tersedu-sedu. Sagar merasa tidak enak hati, "aku kan hanya menggodamu saja Gangaa. Jangan terlalu serius!"

Sagar membantu melepas sabuk pengaman Gangaa, lalu menyentuh kedua pipi Gangaa, "kamu serius Gangaa? Ragini itu kekanak-kanakan, dia tidak mengerti cinta.. benar kata Rudra.. kau telah berubah!" Gangaa menatap Sagar, "aku tak pernah menangis seperti ini, tapi rasa bahagia akhir-akhir ini membuatku jadi sebaliknya..." Gangaa menatap Sagar lama dan dengan sendu berkata, "aku tidak sanggup kehilangan dirimu lagi, Sagar..." Sagar menyahut, "itu tidak akan terjadi. hanya seperti airmata yang bersemayam di mata, maka au juga akan bersemayam di sana selamanya..." Sagar mengambil satu tetes airmata Gangaa dan menunjukkannya padanya. Gangaa tersenyum. Sagar menyakinkan Gangaa kalau dirinya tidak akan peri kemana-mana dan akan selalu bersamanya, "simpan aku selalu di matamu..." Gangaa mengusap airmatanya. Sagar mencium kening Gangaa. Keduanya saling pandang dan tersenyum... Sinopsis Gangaa episode 350 by Meysha Lestari.
 
PREV  1  2  NEXT


Penulis

Popular Posts

Daftar Episode