-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 349 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 349 by Meysha Lestari. Nenek dan Rombongan sedang dalam perjalanan pulang. Sagar menyetir mobil, Gangaa duduk di kursi depan. Sementara nenek dan Ragini tertidur di kursi belakang. Gangaa dengan wajah tegang menatap keluar jendela. Sementara Sagar sambil senyum-senyum melirik Gangaa. Melihat nenek dan Ragini tertidur, Sagar mengulurkan tanganya untuk menyentuh tangan Gangaa. Gangaa kaget dan menarik tanganya. Sagar bertanya dengan heran, "kenapa?" Gangaa menjawab, "ini tidak benar. Kita dimobil sekarang..." Sagar menyangka, "ini tidak salah. Kita sebentar lagi menjadi suami istri. kita akan segera menikah..." Gangaa menyahut, "baru calon, Sagar belum jadi..." Sagar pura-pura marah dan berkata, "baiklah!"

Setelah berkata begitu, Sagar terdiam, tak mengacuhkan Gangaa lagi. Gangaa melirik Sagar dan merasa geli dengan kemarahannya. Lalu dengan diam-diam dia meletakkan tanganya di atas tangan Sagar yang memegang tangkai gear. Sagar akhirnya akhirnya tersenyum kembali.  Keduanya saling pandang. Lalu Sagar menarik tangan Gangaa ke bibirnya dan menciumnya.

 
Tiba-tiba nenek yang sedang tidur menginggau, "hei anak gadis, mana air minum..." Sagar kaget dan cepat-cepat melepaskan tangan Gangaa. Gangaa mencari botol air minum, tapis udah habis, "nenek, air minumnya habis..." Nenek membuka matanya yang setengah mengantuk, "apa?" Dia lalu menyentuh lehernya, "tengorokanku kering... aku haus sekali..." Nenek menyuruh Sagar agar berhenti kalau melihat kedai untuk membeli air minum. Sagar dengan santun menjawab, "ya, nenek..."

Di depan ada Dhaba (kedai pinggir jalan) Sagar menghentikan mobilnya. Sagar dan nenek turun dari mobil, sementara Gangaa turun lalu membukakan pintu untuk Ragini. Ada sebuah bangku panjang. Sagar menyuruh nenek duduk, tapi nenek enggan. Sagar menyuruh nenek makan sesuatu karena perjalanan ke Banaras masih lama. Nenek menolak makan, karena tidak yakin dengan kesucian makanan yang mereka hidangkan. Ganga menyarankan, "kalau tidak mau makan, setidaknya nenek minum susu.." Sagar setuju dengan saran Gangaa. Nenek mengangguk.

Sagar menghampiri pemilik Dhaba dan bertanya apakah ada susu? Pemilik Dhaba menggeleng. Sagar menanyakan apakah ada dhaba lain? Pria menunjuk kesuatu arah, "tapi jaraknya cukup jauh." Sagar membeirtahu Gangaa apa yang di katakan pemilik dhaba. Tapi Gangaa menyuruh Sagar pergi mencarikannya untuk nenek. Sagar enggan untuk pergi dan tak ingin meninggalkan mereka semua. Tapi Gangaa memaksa. Akhirnya Sagar setuju untuk pergi. Melihat Sagar hendak peri, Ragini segera berdiri dan bergayut di lengan Sagar ingin ikut. Gangaa melihat itu, dan teringat peringatan Santoshi tentang Ragini yang terila-gila pada Sagar. Sagar melarang Ragini ikut. Ragini memaksa. Gangaa coba mengajak Ragini pergi dengannya dan membiar kan Sagar pergi. Ragini menolak. DI atetap ingin ikut. Nenek menjadi kesal dan membentaknya, "cukup! Kau di sini bersama kami, biarkan Sagar pergi sendiri..!" Di bentak begitu, Ragini kaget dan langsung diam. Sagar segera ke mobilnya dan melaju pergi. Tiba-tiba hujan turun. Nenek, Gangaa dan Ragini segera masuk kedai untuk berteduh. Nenek bertanya tentang toilet. Pemilik Dhaba menunjukan arahnya. Gangaa ingin mengantar nenek ke toilet, tapi nenek melarang, "kau duduk saja di sini. AKu bisa pegri sendiri..." Gangaa menurut. Dia lalu duduk menunggu bersama ragini.

DI rumah Chaturvedi, Prabha sedang menikmati camilan di kamarnya dengan diam-diam. Tiab-tiba hponya berdering. Nenek yang menlpon. Prabah bertanya kapan mereka kembali. Nenek berkata, "nanti sore kami tiba. DI mana Madhvi?" Prabha memberitahu kalau madhvi mungkin di dapur. Nenek berpesan pada Prabha agar menyampaikannya pada Madhvi, "Rudra akan datang untuk menjemput ragini, minta Madhvi untuk menyiapkan tas nya.." Prabah bertanya dengan penasaran, "apa yang ada dalam tas itu?" Nenek menyuruh Prabha fokus pada apa yang di suruhnya dan tidak ikut campur urusan orang lain. Prabah dengan berat hati menurut.  Sambungan terputus. Prabha berpikir, "apa yangs edang di rencanakan nenek..?" Tiba-tiba terdengar suara Maharaj memanggilnya, "bibi Prabha.." Ptrabha langsung menyembunyikan camilannya di bawah selimut. Maharj masuk ke kamar Prabha sambil membawa sepiring buah-buahan, "nyonya menyuruhku mengantarkan makanan ini..." Prabha melirik buah-buahan di piring itu dan menolaknya, "aku tidak lapar, maharaj ji. Bawa pergi saja..." Prabah kembali pura-pura kembali bermeditasi. Dengan heran, Maharaj ji membawa makanan itu pergi dari kamar prabha. Begitu Maharaj pergi, Prabha segera mengeluarkan camilannya dari balik selimut dan memakannya dengan lahap.

Di Dhaba, Gangaa menyuruh ragini duduk, sementara dirinya duduk di samping Ragini. Beberapa orang pria datang ke dhaba sambil memanggil radio tape. Mereka lalu memesan makanan dan duduk menunggu sambil minum-minum. Salahs atu dari mereka menghidupkan radio, terdengar suara nyanyian. Ragini menggerak-gerakan tubunnya mendengar nyanyian itu. Para itu melirik kearahnya sambil tertawa senang. Mereka membesarkan volume radio. Ragini semakin bersemangat mengerak-gerakan tubuhnya. Gangaa yang melihat mata para pria itu ke arah ragini, dia menoleh dan kaget melihat Ragini berjoget. Gangaa menghampiri Ragini dan memegangi pundaknya, "Tagini, berhentilah menari..." Para pria itu kembali mengeraskan volume radio. Ragini berdiri dan berjoget dengan gembira. Melihat itu para pria ikut-ikutan berdiri dan menari bersamanya. Gangaa ikut berdiri dan meminta agar Ragini berhenti menari. Ragini tidak mendengarkannya. Para pria itu menari sambil mencolek-colek Ragini. Gangaa memohon pada mereka agar menyingkir. Salah satu orang itu mendorong Gangaa agar menyingkir.

PREV  1  2

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode