-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 350 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 350 by Meysha Lestari. Sagar berkata kalau dirinya sangat senang. Gangaa bertanya, "pada siapa? ragini?" Sagar menyahut, "pada kecemburanmu. Kau sangat cute kalau lagi cemburu.." ucap Sagar sambil mencubit lengan Sagar. Gangaa dengan tersipu malu balas mendorong pipi Sagar lembut, "tolonglah Sagar..." Sagar tertawa. Dia lalu memasang sabuk pengamannya dan mengajak pergi, "ayo..."

Rombongan Rudra dan nenek tiba lebih dulu di rumah. Mereka semua turun dari mobil dan nenek mengajak mereka semua masuk. Niru dan Madhvi menyambut mereka. Begitu pula Pulkit dan Supriya serta Prabha juga Sudha. Niru menyapa Rudra dan bergegas menghampirinya. Rudra mengulurkan tangan. Niru menjabat tangan Rudra dan memeluknya. Niru berkata kalau mereka semua sangat senang bisa bertemu lagi dengan Rudra, "terutama Sagar dan Gangaa mereka sangat merindukan Ragini.." Rudra tersenyum, "iya, aku datang untuk melakukan Mahapuja. Lagi pula, ragini dan Sagar.... mereka dalah teman baik....." Supriya bertanya, "lalu di mana Sagar dan Gangaa?"

 
Sagar dan Gangaa juga tiba di rumah. Mereka hendak masuk kedalam ketika nenek menyuruh mereka berhenti, "tunggu! Tunggu di situ!" Sagar dan Gangaa terlihat kaget. Begitu juga semua orang. Nenek mengingatkan dengan tegas, "diam di sini sampai aku kembali!" Nenek lalu masuk kedalam. Semua orang saling pandang dengan tatapan tak mengerti. Prabha menanyai Gangaa, "Gangaa, apa yang kau lakukan sampai nenek menghentikan kalian di pintu?" Gangaa hanya diam.

Tak lama kemudian nenek kembali sambil membawa puja thaal. Dia menyerahkan kantongnya pada madhvi lalu melakuan arti pada Sagar dan Gangaa. Semua orang tertegun heran bercampur gembira melihat apa yang di lakukan nenek kecuali Prabha.. Sagar dan Gangaa tersipu senang. Selesai melakukan arti, Nenek menatap niru dan dengan suara yang tidak bisa di bantah berkata, "Niru, aku sudah memutuskan, mereka berdua akan menikah..." Semua orang terpana tak percaya. Antara senang dan heran. Niru dan Madhvi saling pandang. Pulkit dan Supriya tersenyum senang. Rudra tersenyum, sementara ragini terlihat tegang. Maharaj juga tersenyum lebar begitu pula Sudha. Sekali lagi hanya Prabha yang terlihat kaget dan tidak suka.

Nenek berdehem lalu berkata, "aku tidak ingin mereka bercinta secara sembunyi-sembunyi..." Nenek lalu menyuruh madhvi menyiapkan pesta pernikahan untuk keduanya, "kita akan mengatur saat yang tepat untuk menikahkan mereka. Dan tolong suruh mereka berdua kekamarku setelah kalian selesai mengucapkan selamat." Nenek dengan acuih tak acuh segera beranjak pergi ke kamarnya sambil memanggil Maharaj Ji. Sementara yang lain masih tertegun tak percaya di tempatnya masing-masing.

Sagar dan Gangaa melangkah kehadapan Niru. Secara bersamaan keduanya membungkuk untukmenyentuh kaki Niru. Niru membantu mereka berdiri, "cukup...cukup..." Sagar menatap ayahnya dan beranya, "papa, anda senang kan?" Niru menepuk bahu Sagar dan menjawab, "sangat...sangat senang...akhirnya nenektelah memutuskan sesuatu yang tepat.." Niru menatap Gangaa, "dan kau..aku sudah menganggapmu keluargaku sendiri..tapi sekarang kau akan menjadi keluarga kami setelah begitu banyak yang telah terjadi.." Niru dengan suara serakk menahan haru meminta maaf pada Gangaa atas apa yang telah terjadi selama ini. Gangaa melarang Niru melakukan itu. Niru lalu memeluk Gangaa sambil berkata, "selamat datang di keluarga kami.." Sudha menangis. Madhvi mengusap airmatanya dan berkata, "mana calon menantuku... Gangaa...!" madhvi memeluk Gangaa dan berkata kalau dirinya sangat senang. Gangaa dan Sagar menyentuh kaki madhvi, madhvi memberkati mereka. Lalu Madhvi mencopot gelangnya dan memakaikannya di tangan Gangaa. Gangaa kaget, "nyonya...!" Madhvi memaksa, "ini adalah hadiah dari ayah dan ibu mertua untuk anak menantunya.." Madhvi berkata selain itu mereka juga akan menyiapkan hal-hal lain untuk calon menantu. Niru dan Sagar tertawa. Sagar berpesan agar madhvi menyiapkan banyak hal. Madhvi dengan senang hati setuju.

Prabha menatap suasana bahagia ituu denga wajah sinis dan tidak suka. tapi tak seorangpun memperhatikannya. Maharaj datang membawa laddoo. Dia menyuapi Gangaa, lalu sagar. maharaj ji berkata kalau dirinaya sangat senang akhirnya Ganga bis ajadi menantu keluarga Chaturvedi. Maharaj mengelus pipi Gangaa penuh kasih sayang. Gangaa terharu. Sagar dan Pulkit saling mendekat dan berpelukan. Begitu pula Supriya dan Gangaa. Pulkit berkat akalau dirinya sangat senag, "teman masa kecil menjadi teman hidup selamanya.." Pulkit dan Supriya mendoakan yang terabik.  Sagar dan Gangaa lalu meminta restu dari Sudah denganmenyentuh kakinya. Sudha menangis haru. Setelah itu Gangaa dan Sagar memintarestu dari Prabha. POrabha pura-pura senang dan mengingatkan mereka berdua kalau nenek menunggu.

Nenek sedang bicara dengan Suhda ketika Sagar dan Gangaa datang. Nenek memberi sesuatu pada Sagar. Sagar terlihat senang dan mengucapkan terima kasih. Lalu nenek menyodorkan saputangan merah pada Gangaa. Gangaa kaget saat membuka bungkusan itu yang isinya adalah perhiasan miliknya. Gangaa bertanya, "bagaimana mungkin? Bukankah nenek telah memberikan ini untuk membayar pinjaman?" Nenek tidak menjawasb, dia menyuruh Sudha menjelaskannya. Sudha berkata, "nenek tidak pernah memberikan perhiasan itu pada pemberi pinjaman. Dia hanya mengambilnya darimu lalau memberikannya padaku untuk di simpan, karena nenek tidak bisa menyerahkan perhiasan itu yang sangat berarti bagimu..." Gangaa menangis haru, "nenek..." Nenek mengangkat tangan melarang Gangaa melanjutkan kata-katanya, "cukup... jangan bicara lagi. Aku sedang senang dan tak ingin menangis. Kalian berdua pergilah..." Nenek lalu duduk di tepi tempat tidur.

PREV  1  2

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode