-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 351 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 351 by Meysha Lestari. Semua datang ke meja makan untuk makan malam. Niru sudah duduk di meja makan. Rudra dan Ragini datang. Madhvi mempersilahkan mereka duduk. Tak lama kemudian Pulkit, Sagar dan Gangaa bergabung dengan mereka. Nenek duduk di kursi lain bersama Prabha. Nenek menyibukkan diri merajut benang.

Niru meminta Madhvi mengatur tidur tamu mereka, Madhvi berkata, "ya, Ragini bisa tidur dengan Gangaa, Rudra dengan Sagar.." Ragini bertepuk tangan senang. Rudra terlihat enggan, "Ragini biasa tidur denganku, dan itu akan terus berlanjut.." Niru menyarankan agar mereka tidur di kamarnya karena tempat tidurnya besar, sementara dirinya dan Madhvi akan tidur di kamar tamu. Rudra menolak, "itu tidak perlu, paman. Tolong beri kasur ekstra di kamar tamu, itu saja sudah cukup.." Sagar membujuk Rudra agar mengizinkan Ragini tidur dengan Gangaa, karena ragini sudah besar. Rudra menyuapi Ragini dan menjawab, "itulah alasannya, karena Ragini sudah besar. Hanya aku yang tahu apa yang dia butuhkan dan inginkan.."
 
 
Nenek menengahi dengan berkata kalau hanya Rudra yang tahu apa yang terbaik untuk adiknya. Sagar tidak memaksa lagi. Niru menyuruh Madhvi menyiapkan apa yang di minta Rudra. Madhvi setuju. Lalu merekapun melanjutkan makan malam dengan tenang. Hingga saat Sagar menawarkan es krim pada Ragini. Ragini menerima es krim itu dengan gembira, tapi Rudra terlihat  tidak suka. Di amenatap Sagar dengan tegang. Niru menanyai Rudra tentang puja yang akan di lakukannya, "apakah Ragini juga pegri ke pemujaan?" Rudra menyahut, "ya. Dia harus datang, karena ini sudah adat dan tradisi keluarga..." Niru mengangguk paham. Gangaa berdiri smabil tersenyum. Prabah menatapnya dengan kejam.

Maharaj sedang menatap tempat tidur tambahan untuk Rudra dan ragini di kamar tamu ketika Rudra masuk dan memanggil Ragini. Maharaj menghentikan pekerjaannya dan menatap Rudra. Rudra bertanya, "Maharaj Ji, Ragini kemana?" Maharaj ji menjawab, "dia pergi untuk menemui Sagar.." Rudra terlihat tegang, dia melihat jam tangannya, menggumankan sesuatu lalu bergegas pergi.

Di kamarnya, Sagar sedang bermain kartu dengan gangaa, Pulkit, Supriya dan Ragini. Mereka terlihat sangat asyik dan fokus. Sagar dan Ragini bermain satu regu dan mereka duduk berdekatan. Sagar memberi petunjuk pada Ragini kartu apa yang harsu di buang. Ragini menurut danmembuang kartu itu dengans enang hati. Gangaa menatap kartunya dengan serius. Saganr menganggunya dengan meraba telapak kakinya. Gangaa tersentak kaget. Dengans uara pelan Sagar mengingatkan kalau Gangaa masih punya hutang ciuman yang tertunda. Gangaa tersenyum malu. Pulkit dan Supriya saling tatap. Pulkit memberinya isyarat dengan mata dan gerakan kepala. Supriya menatapnya sambil senyum dan menggeleng.

Rudra datang dan melihat Ragini begitu dekat dengan Sagar. Sagar melihat kehadiran Rudra dan menyapanya, "hai kak Rudra ayo ikutan,.." Rudra menolak, "tidak Sagar..." Rudra lalu menyuruh Ragini pergi tidur. Ragini menolak. Rudra memaksa. Ragini bersembunyi di belakang Sagar. Rudra menghampiri Ragini. Sagar coba membujuk Rudra agar membiarkan Ragini bermain. Tapi raut wajah Rudra yang kaku sudah merupakan jawaban. Sagar tidak memaksa lagi Rudra menaraik tangan Ragini agar ikut dengannya. Ragini memberontak sambil merengek-rengek. Rudra terus membujuknya. Ragini terpaksa menyerah. Dia mengikuti kakaknya sambil terus merenggek. Begitu Rudra dan adiknya lenyap di balik pintu, muncul sosok Prabha. Dnegan wajah penuh kebencian dia melihat Gangaa dan Sagar yang sedang bermain. Lalu dia tanpa berkata apa-apa, Prabha pergi dari tempat itu dengan wajah kesal.

Begitu tiba di kamar, Ragini dengan kesal masuk kedalam selimut. Rudra membujuknya agar tidak marah. Awlanya, Ragini tetap terlihat kesal. Setelah Rudra menggodanya dengan mengatakan sesuatu sambil menggelitik pinggangnya, Ragini pun tertawa. Rudra membuka lemari dan mengeluarkan sebungkus coklat. Dia membuka bungkus coklat itu dan menyerahkannya pada Ragini. Ragini segera memakannya dnegan lahatp. Rudra berkata kalau dirinya sangat mencintai Ragini. Lalu RUdra membelai rambut ragini, memeluknya dan mencium keningnya. Ragini menyodorkan coklat kemulut Rudra. Rudra mengigit coklat itu sedikit dan tersenyum.

Permainan kartu antara Sagar, Gangaa, Pulkit dan Suoriya masih berlangsung. Gangaa akhirnya menang. Dia terlihat senang dan tos dengan Suoriya. Sementara Sagar cemberut menahan kesal. Saat Sagar hendak mengatakn sesuatu pada Pulkit, dia melihat kakaknya itu terlihat sendang memberi isyarat pada Supriya. Supriya menggeleng dan tersneyum. Pulkit terlihat memaksa. Melihat itu Sagar dan Gangaa saling pandang dan tersenyum. Pulkit turun dari tempat tidur dan berkata, "aku tidak mau main lagi, ayo SUpriya kita pergi.." Supeirya menolak. Dia terlihat sangat ingin bermain. Sagar mendukung Supriya dan menggoda Pulkit. Dengan pakksa Pulkit menarik tangann Supriya agar berdiri dan ikut dengannya. Supriya sambil tertawa-tawa menurut. Sagar menggoda Pulkit dan Supriya lalu tertawa geli sambil membaringkan tubuh di tempat tidur, tepat di depan Gangaa.

Untuk sesaat, kedua muda-mudi itu terlihat salah tingkah menyadari kalau mereka hanya berdua. Gangaa mengumpulkan kartu yang berserakan di tempat tidur. Sagar sengaja menjatuhkan kartu-kartunya. Gangaa mmemungguti kartu-kartu itu. Sambil menatap jenggah pada Sagar.  Sagar dengan tatapan sayu kembali membuang kartu-kartu di tanganya. Ganga kembali memunggutinya. Lalu Sagar bangkit dari duduknya dan mendekati Gangaa. Dia menggenggam tangan Gangaa dan memeluk pinggangnya. Tubuh Gangaa mengejang kaku, seperti takut dan salah tingkah. Sagar membelai menyilahkan rambut Gangaa dan mendekatkan wajahnya. Gangaa terlihat sangattegang. Ketika Sagar begitu beragirah, tiba-tiba Gangaa berdiri dan mendorong Sagar yang tersentak kaget. Gangaa berkata dengan nada menyesal, "ini tidak benar! Kita harus menunggu sampai kita menikah."

Setelah berkata begitu, Gangaa beranjak pegri. Sagar cepat-cepat berdiri dan meraih tubuh Gangaa, "gangaa...!" Sagar memegangi kedua pipi Gangaa dan berkata, "Gangaa, kita saling mencintai dan penriakhan hanya formalitas belakan. Itu berada di bawah cinta kita.."  Gangaa menggeleng, "aku tak mau ikut serta.." Sagar kesal dan menarik tanganya dari wajah Gangaa. Sagar berkata, "baiklah, aku tidak akan mendekatimu lagi.." Gangaa merayu Sagar, " sagar...!" Sagar menepis tangan Gangaa dan berkata kalau dirinya tidak ingin mendengar alasan apapun juga. Gangaa coba menenangkan Sagar. Sagar berkata, "aku akan mendekatimu kalau kau yang lebih dulu mendekatiku..." Degan frustasi Sagar berbaring di atas tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi sekujur tubuhnya dan kepalanya. Gangga dengan sedikit perasaan bersalah, meninggalkan Sagar. Sagar mengangkat wajahnya dan menatap sekeliling. Gangaa sudah lenyap. Sagar dengan kesal berguman, "dia bahkan tidak coba membujuk dan membuat aku terkesan.."

PREV  1  2

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode