-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 360 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 360 bag 2 by Meysha Lestari.  Sagar seperti tersadar. Dia bergega smenghampiri Gangaa dan meraih kopernya. Dengan cemas dia meraih tangan gangaa dan berkata dengans uara kalem, "Gangaa, apa yang terjadi? Menga akau harsu melakukan ini? Segalanya berjalan seperi kita inginkan lalu mengapa semua ini harus terjadi?" Semua terlihat tegang. Sagar meminta Gangaa mentakan sekali saja, "kalau semua ini adalah bohing. Bahwa semua ini adalah mimpi buruk.. tolong bantu aku menghentikan mimpi ini!" Semua orang terlihat sedih mendengar Sagar memohon begitu. Ragini mengalami kepanikan, Rudra coba menenangkannya. Tapi sia-sia. Rudra lalu mengajak ragini ke dalam di bantu oleh Supriya.

Sagar coba menenangkan Gangaa agar tidak cemas, "kita akan menikah hari ini. AKu akan melupakan segalanya dan menerimamu apa adanya..." Ganga tertegun binggung. Sagar menarik tangan Gangaa mengajaknya peri ke altar. Tapi Gangaa menolak, "tidak Sagar. Kepercayaan adalah segalanya. Dan jika itu tidak ada tidak ada lagi yang penting." Sagar bertanya, "bagaimana ini bis aterjadi? Dalam sedekit kau telah menjadi orang asing. Apakah kau tidak merasa buruk ketika tidur dengan pria lain..." Gangaa berteriak, "Sagar!" Sagar menatap Gangaa dan kembali bertanya, "mengapa? Mengapa kau merasa tidak suka sekarang? Karena aku hanya mengatakan kebenaran.. Katakan padaku siapa namanya? mengapa kau tak mau mengatakannya?"

 
Gangaa menyahut, "ya, itu benar. Apa yang akan kau lakukan kalu mengetahui namanya?" Sagar terhenyak, "tidak ada gunanya sekarang!" Dia lalu histeris, mengamuk dan membuang semua barang lalu berteriak lantang, "kau pendosa! tapi aku masih mau menerima mu dan anakmu..." Mahdvi coba menenangkan Sagar. Gangaa menatap sagar. Lalu sambil tersenyum sedih dai berkata, "aku tidak percaya kau berpikir seperti itu. Tapi setiap hal yang kau tuduhkan padaku, adalah anugerah untukku.." Semua merasa sedih mendengar kata-kata Gangaa yang lembut dan penuh ke putus asaan. Tanpa berkata apa-apa lagi, Gangaa lalu mengambil kopernya dan mulai melangkah keluar. Madhvi coba menghentikannya, "tunggu Gangaa, jangan pergi. Kau kan tahu, Sagar tidak berpikir dengan benar kalau sedang marah." Gangaa berkeras dengan keputusannya, "tidak yonya, tak ada lagi yang tersisa untuk di bicarakan." madhvi meminta Gangaa tidak tergesa-gesa dan bersama-sama mencari solusinya. Sagar menatap Gangaa dengan tajam.  Madhvi terus mencoba membujuk Gangaa. Tapi Niru meminta Madhvi agar tidak menghentikan Gangaa, "jika Gangaa sudah mengambil keputusan itu, biarkan saja!"  Gangaa melanjtkan langkahnya, Mahdvi tidak bsia beruat apa-apa. Sagar memanggilnya dengan suara dingin, "gangaa, kalau kau keluar dari hari ini, maka kau tidak akan pernah kembali lagi!" Semua orang terlihattegang. Untuk sesaat langkah Gangaa terhenti. Tapi tanpa menoleh, dia bergegas pergi.

Sagar tepruruk dalam kekalahan. Dia tak tahu harus berbuat apa lagi. Mamta pamit dan bergegas keluar. Sagar kembali histeris dan mengamuk. Dia membuang dan menendang semua barang yang berhubungan dengan pesta pernikahan. madhvi sambil menanggis menyruh sagar berhenti. Tapi Sagarterus mengauk. Pulkit merangkuk Sagar, coba menenangkannya. Niru bertanya, "apa yang salah denganmu? Apakah kau sudah gila?" Aakhirnya Sagar terduduk sambil menangis histeris dalam pelukan pulkit. Prabah meminta mereka agar mencoba menenangkan sagar, tapi nenek melarang, "biarkan saja. Biar Sagar menumpahkan semua kemarahan dan rasa frustasinya..." Sagar berteriak histeris. Nenek mendekat, coba menenangkannya. Tapi Sagar bergegas berdiri dan pergi ke kamarnya. Niru pun beranjak peri. Satu persatu mereka membubarkan diri.

Di jalan, terlihat Gangaa melangkah dengan bingung. Dia teringat semua tuduhan yang di ucapkan Sagar dan tamparan nenek. Di bawah sebuah pohon, Gangaa melihat rumah-rumahan dari tanah liat. Gangaa teringat rumah-rumahan yang di buatnay bersama Sagar saat masih kecil dulu.

Di rumahnya, Sagar juga ternampak rumah-rumahan kardus yang di buatnay bersama Gangaa. Sagar teringat semua kenangannya. Dengan marah dan frustasi dai menendang rumah itu.

Gangaa berhenti di bawah pogon itu dan terduduk. Dia menatap telapak tanganya dan menangis tersedu-sedu.

Di kamarnya Sagar membuang semua barang-barang. Diamenemukan gelang kaki yang dia belikan untuk Gangaa. Sagar mengamuk lagi, "akutidak butuh apapun untuk mengingatmu..." Sagar terduduk sambil menangis tersedu-sedu...

Di bawah pohon, sambil menangsi Gangaa menatap menatap mahendi di tanganya yang bertuliskan nama Sagar.
Sagar dan Gangaa, keduanya sama-sama terpuruk dalam kesedihan.. Sinopsis Gangaa episoe 361 by meysha Lestari.

PREV  1  2  NEXT


Penulis

Popular Posts

Daftar Episode