-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 362 by meysha Lestari.

Sinopsis Gangaa episode 362 by meysha Lestari. Gangaa masih duduk di kursi depan terminal. Pemilik taksi di depannya sibuk mencari penumpang sambil berteriak-teriak, "allahabad..allabad..." Setelah selesai minum polisi menghampiri Gangaa. Dengan wajah penuh simpati dia menanyai Gangaa, "kau sudah duduk di sini sangat lama. Kau mau pergi kemana?" Gangaa hanya mengeleng linglung. Polisi menunjukan taksi yang bis amengantarnay peri ke Allahabad kalau dia mau pergi kesana. Gangaa akhirnya mengangguk dan berdiri. Sambil mengangkat koper, Gangaa mendkati pemilik taksi. Pemilik tasi bertanya, "apakah kau akan pergi ke Allahabad?" Gangaa mengangguk. Pemilik taksi menyuruh Ganga amasuk kemobilnya dari arah lain. Saat Gangaa melangkah menuju sisi lain mobil, prabha lewat. Dia naik bajaj. Saat melihat Gangaa, dia menyuruh supir bajaj berhenti,. SI supir menurut.

Prabah bergegas turun dan memanggil Gangaa, dan bergegas menghampirinya. Gangaa menoleh. Prabha memeluk Gangaa dan pura-pura prihatin atas nasibnya. Dia bicara panjang lebar didepan Gangaa tentang perasaanya yang merasa sedih dan iba atas perlakuan keluarga Chaturvedi padanya. Prabha menyarankan agar Gangaa pergi dari Banaras dan tinggal di kota lain. Karena namanya sudah benar-benar tercoreng di kota ini. Itu adalah pilihan yang terbaik bagi Gangaa dan di sana dia bisa melahirnya anaknya. Sebagai orang yang ikut prihatin atas nasib Gangaa, itulah yang di harapkan Prabha. Prabha menyentuh tangan Gangaa dan mendoakan semoga Gangaa selalu bahagia dimanapun dia berada.

 
Gangaa terkejut dan binggung mendengar saran Prabha. Tapi dia tidak membantah. Tanpa mengatakan apapun, Gangaa berbalik dan masuk kedalam mobil. Prabha sangat puas. Sambil tersenyum licik, dia berbalik dan kembali menaiki bajajnya yang sudah menunggu.

Sagar sedang bicara dengan Rudra di ruang tamu ketika Niru datang dengan wajah tegang. Sagar hendak melangkah mendekati Niru, tapi Niru membalikkan badan dan bergegas peri ke lantai atas. Dai tak memperdulikan panggilan nenek. Sagar menyalahkan Gangaa atas apa yang terjadi dalam keluarganya. Rudar hanya bisa menatap tak percaya. Nenek menghampiri mereka dan bertanya, "ada apa?" Rudra menjawab, "tidak ada apa-apam, nek." nenek tidak percaya setelah melihat wajah kesal Sagar. Rudra terpaksa memberitahu nenek kalau Sagar marah pada Gangaa. Nenek mendukung sikap Sagar dan mulai mengutuk Gangaa. Dia menyuruh Sagar melupakan gadis itu dan melanjutkan hidupnya. Karena gadis itu tidak pantas mendapatkan kesedihan mereka.

Tiba-tiba  muncul Prabha yang menyela, "ya, bibi... gadis itu memang sangat sombong..." nenek melihat Prabha kembali dengan potli, "kenapa potli ini masih bersamamu?" Prabha lalu mengatakan semua kebohongan tentang Gangaa, bahwa Gangaa dengan sombongnya enolak potli itu dan menghina Sagar dan seluruh keluarga Chaturvedi. Maharaj ji hanya bisa menatap dengan wajah prihatin. Begitu pula Rudra. Nenek dengan kesal mengutuk Gangaa. Sagar menatapnay dengan wajah tak suka. Saat nenek akan meneruskan kata-katanya, Sagar tanpa bciara apa-apa melipir pergi dari ruangan itu. Nenek merasa prihatin, dia tahu, walau bagaimanapun, Sagar tidak akan suka kalau Gangaanya di jelek-jelekkan. Begitu Sagar peri, nenek juga ikut berbalik pergi. Prabha menarik nafas puas campur senang.

Gangaa duduk di dalam mobil menunggu taksi itu berangkat. Tiba-tiba dia teringat wejangan ayahnya bahwa seseorang itu harus menghadapi masalah bukan melarikan diri. Teringat kata-kata itu, Gangaa tersadar. Dia menatap sekeliling dan berpikir, "apa yang akan ku lakukan ini?..." Setelah berpikir cukup lama tentang dirinya dan anaknya serta masalah yangs edangd i hadapainya, memutuskan sesuatu yang penting. Dia akan menghadapinya masalahnya dan tidak akan pergi dari Banaras. Pemilik taksi sibuk mencari penumpang. Gangaa turun dari bomil dan melangkah pergi. Pemilik taksi memanggilnya, tapi Gangaa tidak mendengarnya.

PREV  1  2

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode