-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 365 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 365 bag 2  by Meysha Lestari.  Sagar menyahut dengan ketuas, "tidak bibi, tolonglah! AKu tidak tertarik pada Ganga atau gadis lain. Gangaa boleh mendapatkan kekasihnya yang kaya dan tampan. AKu tida perduli. AKu punya pekerjaan lain yang lebih penting..." Sagar lalu menyuruh Supriya bersiap karena dia akan mengantarnya ke dokter, "aku akan menungu di luar.." Supriya mengangguk. Sagar melangkah pergi. Supriya masih menatap Prabha dnegan tatapan tajam. Nenek berguman sambil menangis melihat keteguhan Sagar dan berjanji kalau dirinya tidak akan pernah memaafkan Gangaa. Nenek lalu pergi. Supriya pun bernajak peri setelah pamitan pada madhvi. Mahdvi pun pergi. Tinggal Rudra yang menatap tajam Prabha. Prabah terlihat sedikit jenggah di tatap begitu, diapun melangkah pergi di iringi tatapan mata Rudra.

Dolly dan Gangaa tiba di rumah sakit. Dolly ternyata bekerja sebagai perawat di sana. Mereka berpapasan dengans eorang perawat yang lebih senior. Perawat itu menegur dolly karena ssatu hal. Dolly minta maaf. Pada perawat itu, dolly betanya tentang dokter. Perawat mengatakan kalau dokter sibuk. Dolly memperkenalkan Gangaa yang ingin bertemu dokter untuk urusan kerja. Si perawat senir pamit. Dolly menyuruh Gangaa menunggu dokter karena dirinya harus kembali ke pekerjaannya. Gangaa mengangguk.

 
Gangaa duduk di kursi tunggu. DI sampingnya da seorang pasien setengah baya. Perawat memanggil wanita itu. Si waniat berdiri, tapi saputanganya jatuh. Gangaa memunggut saputangan itu dan menyerahkannya pada si wanita. Si wanita menepuk bahu Gangaa dan memberkatinya. Gangaa tersenyum. Tiba-tiba dari pintu masuk muncul Sagar dan Supriya. Mereka tidak melihat Gangaa, Gangaa juga tidak melihat mereka karena sosok wanita dan si perawat menghalangi padnangan mereka.

Sagar dan Supriya lewat di depan Gangaa dan masuk ke ruang tunggu dokter. Sementara Gangaa duduk di luar. Belum lama menunggu, seorang perawat memanggil SUpriya, supriya pergi bersama perawat itu. Sagar menunggu seorang diri. Tiba-tiba terdengar panggilan untuk Gangaa Sukla. Sagar terkesima dan bergegaa keluar. Tapi gangaa sudah peri mengikuti perawat. Sagar mencarinya ke arah lain dan tidak bertemu. Sagar lalu berbalik dan masuk lorong di mana Gangaa menghilang bersama perawat. Dari balik jendela, Sagar melihat Gangaa, dai mengintip kedalam.

Perawat menyuruh Gangaa duduk. Dokter langsung bertanya tentang kehamilannya. Gangaa coba mengatakan kalau dirinya datang untuk melamar pekerjaan. Tapi dokter tak mau dengar. Dia segera memeriksa Gangaa dan tidak memberinya kesmepatan untuk berkata apa-apa. Setelah selesai memeriksa, dokter duduk kembali ke kursinya dan mengutarakan berbagai pertanyaan. Gangaa menjawabnya. Dokter juga menanyakan nama Gangaa. Gangaa berusaha menjelaskan kalau dirinya tidak datang untuk periksa, tapi dokter menyangka kalau Gangaa adalah pasien.

Dokter memberina sehat tentang kehamilan dan sebelum kelahiran. Dokter menanyakan siapa ayah nama ayah bayinya. Sagar menunggu jawaban Gangaa dengan rasa ingin tahu. Gangaa memberitahu dokter kalau nama ayah bayinya juga Gangaa sukla, "aku adalah ibu sekaligus ayahnya. Bayi ini adalah milikku, milikku saja.." Dokter tersentak kaget, begitu pula Sagar yang menguping di luar. Dokterberkata, "maaf, aku tidak mengerti apa maksudmu..." Belum selesai dokter berkata, Dolly muncul. Dia menjelaskan pada dokter kalau Gangaa hendak melamar pekerjaan. Si dokter tersipu, "oh...ku kira dia pasien..." Sagar kaget mengethui kalau Gangaa datang untuk melamar pekerjaan. Belum juga si doktermengatakan sesuati, datang perawat lain yang memberitahu kalau ada kasus darurat. Dokter segera meraih jasnya dan sebelum pergi, dia meminta dolly agar melatih Gangaa, baru setelah itu dia akan melihat di mana dia akan ditempatkan. Gangaa dan dolly tersenyum lega. Dolly mengucapkan selamat pada Gangaa dan segera menyuruhnya pergi ke kantor perawat.

Gangaa mengucapkan terima kasih pada Dolly karena membantunya mendapat pekerjaan. Dolly memberitahu Gangaa apa yang operlu dia lakukan, "kau harus segera pergi ke kantor perawat.. "sementara dolly pamit mau menemui pasiennya dan sekalian mengambilkan seragan untuknya. Gangaa mengangguk senang. Begitu Dolly pergi, Gangaa pun hendak beranjak pergi ketika sebuah tangan menarik tubuhnya. Gangaa kaget.

Sagar membawa Gangaa ke sudut dan menekan tubuhnya di dinding. Gangaa terkesima menatap Sagar. Sagar tak membuang waktu, dia langsung bertanya, "kenap akau tidak mengatakan nama ayahnya? Di mana dia? Dengan siapa kau pergi hari itu dari terminal taxi? Di mana dia sekarang? bukankah seharusnya di ada di sini menemanimu?" Gangaa menjawab, "dai ada di sini..." Sagar dengan geram bertanya, "dimana? Apa dia duduk di mobil menunggu di luar?" Gangaa tidak menyahut. Sagar memegangnya dengan tegang, "apakah kau pikir kau ini pintar? hah? kalau iya, lalau mengapa kau membungkuk begitu rendah..." Sagar tak mampu menyelasikan kalimatnya. Gangaa bertanya, "apa? Katakan Sagar? Apa? Kenapa kau tak menyelesaikan kalimatmu?"

Sagar meremas lengan Gangaa dengan begitu kuat. Gangaa kesakitan dan menyuruh Sagar melepaskan tanganya, "lepaskan Sagar, sakit!" Sagar tidak mengindahkan. Gangaa menepis tangan Sagar, "lepaskan!" Sagar menatap Gangaa tajam. Ganga berkata kalau dia harus pergi. Gangaa hendak melangkah pergi, tapi Sagar kembali menarik tanganya, "bagaimana dengan pendidikanmu? Bukankah kau ingin memenuhi impian ayahmu? lalu mengapa kau bekerja di rumah sakit ini?Katakan! Apakah ayah bayi ini tidak mau mensupport anaknya?"

Gangaa meminta Sagar mengerti posisinya, "aku yang tidak mau menerima bantuannya.." Sagar bertanya, "mengapa? apakah karena kau tidak mencintainya?" Gangaa memberitahu Sagar kalau dia sangat mencintainya, "hanya saja kehormatan diriku lebih berharga dari pada perasaanku padanya.." Sagartercenung. Gangaa segera melangkah pergi. Sagar tersadar dan segera mengejarnya. Dia memanggil Gangaa dan enyuruhnay berhenti, "Gangaa, tunggu...!"

Gangaa terus melangkah hingga masuk ke kantor perawat. Sagar hendak mengejarnya, tapi suster senior mencegatnya, "anda di larang masuk, ini khusus untuk wanita." Sagar minta izin untuk bertemu Ganga, tapi perawat senior menolak memberi izin. Sagar memohon, perawat senior tidak bergeming. Tiba-tiba terdengar suara Supriya memanggil Sagar, "Sagar, ada apa?" Sagar menjawab, "tidak ada apa-apa, kak.." SI perawat senior pun pergi. Supriya memberitahu Sagar kalau dirinya sudah selesai dan sudah menunggunya di ruang tunggu. Sagar minta maaf. Dan mengajak Supriya pergi. Sebelum peri sagar masih menyempatkan diri melirik kearah Gangaa dan bertanya-tanya, "mengapa hubungan kita bisa jadi seperti ini, sehingga kita saling bersikap seperti orang asing. Apakah kenangan masa kecil kita tak ada artinya sama sekali bagimu?" Sinopsis Gangaa episode 366 by Meysha Lestari

PREV  1  2  NEXT


Penulis

Popular Posts

Daftar Episode