-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 365 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 365 by Meysha Lestari. Rahat mengungkapkan rasa senangnya mengetahui kalau Kashis bisa dekat dengan Gangaa. Kashiis sendiri dengan gembira duduk untuk sarapan. Semua orang duduk bersama di meja makan. Rahat mempersilahkan Gangaa duduk. Dally mengambilkan makanan untuk Gangaa, mereka tahu kalau Gangaa tidak makan daging. Dolly mengulurkan piring berisi menu vegetaian. Gangaa menerima piring itu dan meletakkannya di meja. Gangaa termenung. Rahat melihat itu dan menanyainya, "Gangaa, ada apa?" Gangaa menjawab dengan wajah penuh haru, "aku juga merasa sangat senang bisa berada di sini. Rahat Ma, terima kasih atas kebaikan kalian semua. Kalau aku tidak di sini, entah akan berada di mana. Dan kalian semua seperti saudara bagiku..." Gangaa berkata begitu dia menadapat pekerjaan, segalanya aka baik-baik saja.

Rahat kaget, "pekerjaan? Apakah kau tidak ingin memenuhi impianmu? Pendidikanmu?.." Gangaa menyahut, "tidak apa-apa. Aku membutuhkan uang dan penghasilan tetap. Sehinga begitu bayi ini lahir, aku bisa memenuhi kebutuhannya." Rahat teerlihat keberatan. Dia coba memberi pengerian pada Gangaa tentang pentingnya pendidikan. Gangaa menjawab kalau dirinya harus memikirkan situasi sekarang, "saat ini, aku harus segera bekerja... begitu keuanganku stabil akau akan melanjutkan pendidikanku.." Rahat setuju dengan ide Gangaa. Dia bertanya pada Dolly apakah dia bisa mencarikan pekerjaan untuk Gangaa? Dolly bersedia. Dia menyuruh Gangaa segera berdandan dan ikut denganya ke rumah sakit.

 
Sagar melamun di balkon. Supriya datanag sambil menenteng ember berisi cucian basa. Sagar cepat-cepat menolongnya sambil protes, "kakak ipar, kenapa kau melakukan pekerjaan berat ini? Kau seharusnya istirahat.." Sagar lalu mengeluarkan nasehatnya dengan lembuttentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakuan oleh orang hamil. Sagar lalu membantu Supriya menjemur pakaian. Supriya memancaing Sagar agar bicara lebih banyak lagi tentang wanita hamil. Sagar dengan s enang hati memberitahu Supriya kalau wanita hamil harus bergembira dan tenang. Agar anak dalam kandungan mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Supriya menatap Sagar dengan tajam. Saat Sagar hendak mengambil pakaian basah, Supriya meraih tanganya dan bertanya, "dan Gangaa?" Sagar tertegun. Supriya berkata, "Gangaa juga hamil, dalam kondisi seperti itu bukankah dia juga harus di perlakukan dengan baik?" Sagar menjadi tegang.

Supriya bertanya, "apakah kau tidak berpikir sekali saja, siapa yang akan mengurus gangaa, dan bagaimana dia? Dalam kondisi seperti apa? apakah dia bisa makan dan berisitirahat yang cukup..?" Sagar tertundu dengan perasaan tak nyaman. Supriya berkata kalau dirinya sangat perduli pada Gangaa karena Gangaa selalu ada untuk mereka, "baik dalam suka maupun duka. Dia selalu mendukung kita dengan segala cara dan kita meninggalkannya ketika dia sangat membutuhkan.."

Sagar menyela kata-kata SUpriya, "tidak kakak ipar, Gangaa tidak membuthkan kita. Gadis itu sudah menekan kan padakita bahwa dia tidak membutuhkan siapapun. Dan aku yakin dia akan selalu baik-baik saja di manapun dia berada..." Sagar mengatakannya dengan optimis meski wajahnya terlihat seperi orang yangs edang menipu diri sendiri. Tiba tiba terdengar pertengkaran Prabha dan Maharaj. Maharaj menyebut Prabha pembohong. Sementara Prabha menyangkal. Sagar dan SUpriya saling pandang dan bergegas pergi menemui mereka.

Di bawah, Maharaj Ji dengan wajah geram menuding Prabha, "ya, kau!" Prabah dengan histeris memanggil Madhvi dan semua orang. Sesaat Maharaj ji terlihat gugup. Prabha terus berteriak memanggil Madhvi. Sagar dan SUpriya tiba di sana. Lalu Mahdvi tergopoh-gopoh datang sambil bertanya,  "ada apa?" Prabha mendekatinya sambil menangis, "lihat itu kakak, aku telah di hina oleh Maharaj ji. Dia menuduh aku telah berbohong.." Maharaj ji menegaskan, "dia memang berohong!" Lalu terdengar suara nenek bertanya, "ada apa ini?" Maharaj Ji dan Prabha terdiam seketika.

Nenek mendekati mereka dan bertanya mengapa Maharaj ji menuduh Prabha berbohong? Maharaj ji menjelaskan, "nenek, aku pergi ke pasar dan bertemu Sudha. Dia memberitahuku kalau Gangaa tidak tinggal di asrama. Dia memang datang kesana, tapi mereka mengusirnya..." Maharaj ji lalu menceritakan apa yangd ia dengar dari Sudha. Prabah terlihat tegang. Semua orang menatapnya dengan tatapan tak percaya dan penasaran. Maharaj ji menegaskan kaalau Prabah telah membohongi mereka semua. Madhvi bertanya, "Prabha katakan, apa Maharaj ji mengatakan yang sebenarnya?" Prabha terlihat guguip dan binggung, " aku...aku..."

Maharaj ji menegur Prabah dengan keras karena telah berbohong pada mereka semua, "..bibi Prabah telah meracuni pikirab kita tentang Gangaa.." Nenek menatap Prabah dengan tatapan tajam penuh kemarahan, "jandanya ratan, mengapa kau melakuan ini? Katakan!" Prabah coba menjelaskan, "begini bibi, aku pergi untuk mencari Gangaa, padahal dia telah menghancurkan hidup kita. Tapi kalian tidak tidak membalikan punggung dari dia..."

Nenek membentak Prabha, "cukup! Jangan membuat drama! Katakan yang sebenarnya?" Prabah lalu bercerita kalau dirinya bertemu Gangaa di terminal taxi. Semua orang tertegun. Sagar bertanya, "lalu?" Dengan rasa ingin tahu sagar menuruni tangaa dan mendekati Prabha. Melihat itu, Prabha mengadu pada nenek, "lihat, bibi...betapa tegangnya dia saat mendengar nama Gangaa...karena itu aku merahasiakannya." Madhvi menyuruh Prabah melanjutkan ceritanya. Prabha mengarang cerita, "kakak, aku melihat seorang pria datang menemuinya. Gangaa sangat senang melihat pria itu dan menyandarkan kepala dibahunya. Pria itu bahkan mengusap airmata Gangaa. MEreka lalu bicara dan tak lama kemudian mereka masuk ke dalam mobil dan pergi.." Semua orang kaget mendengar cerita Prabha. Madhsvi dan Sagar terlihat tegang. Maharaj menggelengkan kepala dengan sangsi. Supriya hanya bisa menatap Prabha dengan tajam.

Nenek dengan kesal berkata, "aku menilai Gangaa terlalu tinggi dan ini yang terjadi.." Rudra menanyai Prabha, "siapa pria itu? Seperti apa tampangnya?" Prabah menyahut, "apa gunanya mengetahui tampang orang itu sekarang?" Prabah menatap sekelilingnya, semua orang seperi jpercaya dengan kata-katanya. Prabha semakin bersemangat menghasut mereka. Maharaj Ji berguman dalam hati, "aku sama sekali tidak bisa percaya pada bibi Prabha.." Tanpa pamit, Maharaj ji bergegas pergi. Prabha menghampiri Sagar dan berkata dengan lembut, "Sagar, cobalah untuk mengerti. kau seharusnya mencari gadis yang lebih baik dari pada Gangaa dan hidup bahagia..."

PREV  1  2

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode