Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 376 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 376 by Meysha Lestari. Gangaa meminta agar Supriya tinggal lebih lama. Supriya setuju dan dia ingin bermain ayunan. Gangaa setuju. Supriya mengajak Gangaa ke ayunan. Gangaa coba untuk menolak, Supriya memaksa. Keduanya lalu berdiri. Melihat itu, Prabha bergegas menyembunyikan diri. Supriya dan Ganga berdiri bersamaa. Gangaa berkata kalau Supriya yang dudu di ayunan dan dia yang akan mengayunnya. Supriya tertawa. Gangaa meninggalkan SUpriya dan melangkah ke ayunan lebih dulu. Ragini terus merekam. Prabha mengawasi Supriya dengan harap-harap cemas. Supriya melangkah ke arah ayunan. Gangaa menyuruhnya lekas. Sambil tersenyum-senyum Supriya mendekat. Dia tidak melihat tumpahan minyak di lantai. Begitu kakinya mengijak tumpahan minyak itu, tubuhnya langsung terjerebab perut duluan. Supriya menjerit kesakitan. Gangaa berteriak., "kakak ipar.. kak Supriya..." Semua orang bergegas menolongnya. Prabah mengintip dari balik jendela sambil tersenyum puas.

Bersama-sama mereka membopong tubuh Supriya ke tikar. Semua orang terlihat panik. Supriya terus merintih kesakitan. Kashis bergegas mengambil air dan menyuruh SUpriya minum. Supriya mencemaskan bayinya. Semua orang coba menenangkan SUpriya dengan berkata kalau bayinya akan baik-baik saja. Gangaa berkata pada Rahat kalau dirinya hendak membawa Supriya ke rumah sakit. Rahat setuju. Prabha dengan senyum puas pergi dari sana. Preema pergi untuk mencari taksi. Rahat ingin ikut ke rumah sakit. Tapi Gangaa melarang, di amenyuruh Rahat  tinggal di rumah menunggu Zoya. Gangaa dan Dolly mengantar Supriya ke rumah sakit. Sementara Rahat dan yang lain tinggal di rumah. Rahat menatap ceceran minyak di lantai dan melihat toples asinan teruka. Dia terlihat binggung dan heran. Lalu bersama-sama mereka membimbing Supriya.

 
Begitu tiba di rumah sakit, Supriya langsung di naikkan ke atas Brankar dan di dorong menuju ruang ICU. Dolly dan Gangaa menemaninya. Supriya menanggis, takut kalau terjadi apa-apa dengan bayinya. Ragini ikut menangis. Gangaa coba menenangkan Supriya dan berdoa semoga bayinya baik-baik saja. Dokter datang, Ganga segera meminta dokter agar memeriksa Supriya dan menolongnya. Dokter memeriksa kondisi SUpriya dan segera membawanya ke ruang operasi di mana Gangaa dan Dolly takboleh masuk. Supriya ketakutan. Gangaa coba menenangkannya. Begitu masuk ruang operasi, pintu segera terutup dan lampu emergency di nyalakan. Gangaa dan Dolly menunggu di luar. Gangaa berkata kalu dia hendak menelpon Pulkit. Dolly mengangguk. Tiba-tiba Gangaa teringat ragini, "kak DOlly, Raginai kemana?" Dolly dan Ganga bergegas mencari ragini.

Gangaa menemukan Ragini menangis di tepi pintu. Gangaa memanggil Dolly dan segera menghampiri Ragini, "Ragini, kau kenapa?" Ragini terlihat ketakutan, Gangaa segera memeluknya. Gangaa meminta dolly membelikan air sementara dia menyuruh Ragini duduk di kursi. Sambil menangis Ragini menanyakan kondisi Suypriya, "bhabhi baik-baik saja kan? Dia tdiak apa-apa kan?" Gangaa juga mennagis. Dia menghapus airmatanyaa sendiri lalu mengusap air mata ragini dan menenangkannya, "Ragini, tenanglah, kau lihat dokterkan? Dokter akan merawat Bhabhi dan bayinya. Mereka akan baik-baik saja..okay? jangan menangis..." Dolly datang membawa segelas air. Gangaa menyuruh ragini minum. Ragini menurut.

Pulkitm Sagar, nenek, madhvi dan Prabha tiba di rumah sakit. Pulkit bertanya pad aresepsionis tentang SUpriya Chaturvedi. Resepsionis memberitahu kalau Supriya ada di ruang operasi. Mereka semua bergega speri ke ruang operasi. Mereka melihat Gangaa. Pulkit segera menyapanya, "Gangaa, Supriya bagaimana?" Gangaa menjawab kalau dolktermasih memeriksanya. Wajah nenek mengeras aat melihat Gangaa, menunjukan rasa tidak suka. Gangaa tegang melihat kehadiran nenek. Dolly menepi untuk memberi kesempatan pada mereka. Mahdvi dan nenek diam dalam cemas.

Melihat mereka semua diam menunggu, Prabha tidak suka. Dia coba mencari masalah dengan menanyai keberadaan Gangaa di situ, "apa yang di alakukan di sini?" Melihat semua orang hanya diam, Prabha menanyai mahdvi, "didi?" Nenek dengan wajah sengit bertanya, "apa yang di lakukan gadis ini di sini?" Pulkit menjawab, "Supriya pergi menemui Gangaa. Dan Gangaa yang menelponku memberitahu kalau Supriya kecelakaan..." Suasana sangat tegang. maisng-masing orang sibuk dengan pikiran masing-masing. Dolly pamit pergi sebentar. Gangaa mengangguk. Begitu Dolly kembali lagi, Pintu ruang operasi terbuka. Dokterkeluar.

Pulkit segera menghampiri dokter dan bertanya, "Dokter, Supriya, istriku bagaimana?" Dokter menjawab, "dia baik-baik saja..." Semua menarik nafas lega. Hanya Prabha yang terlihat tegang. Lalu dokter melanjutkan, "..tapi bayinya, karena trauma tiba-tiba tidak bisa di selamatkan.." Semua orang kaget dan shock mendengarnya. nenek sampai menangis. Hanya Prabha yang tersenyum lega.

Pulkit sangat sedih. Ragini mulai panik dan menangis. Dolly coba menenangkannya. Gangaa juga terlihat sedih. Prabha menyindir Gangaa denga keras, menuduhnya telah menjadi penyebab bayi SUpriya tidak terlahir. Nenek man madhvi enatap Gangaa dengan tajam.  Pulkit meminta izin untuk menjenguk istrinya. DOkter mengizinkan. Dia menyuruh Perawat mengantar keluarga Chaturvedi menjenguk Supriya di ruang perawatan. Semua pergi mengikuti perawat begitu pula Gangaa. Dolly membawa ragini ke tempat lain.

Suster masuk ke ruang perawatan di ikuti keluarga Chaturvedi, ketika Ganga hendak masuk, Prabha menghalanginya sambil mengangkat tangan sebagai isyarat di larang masuk. Gangaa segera berhenti. Prabha lalu masuk dan menutup pintu di depan hidung Gangaa. Gangaa hanya bisa mengintip dari jendela kaca di pintu dengan sedih.

PREV  1  2

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode