Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 397 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 397 by Meysha Lestari. Gangaa dan Kashis bergegas berlari kearah krishna. Mereka mengangkat tubuh Krishna dan menidurkannya di atas sofa. Gangaa dan Kashis coba menyadarkan Krishna, tapi tidak ada reaksi. Mereka sangat cemas. Apalagi saat Gangaa melihat luka di tangan krishna yang berdarah. Kashis segera megajak Gangaa membawa Krishna ke rumah sakit.

Sagar sedang menyeruput minumannya samil memikirkan Gangaa. Dia teringat semua kenangan yang telah di laluinya bersama Gangaa. Dari sejak gangaa memakai baju putih. Saat di mengungkapkan perasanya cintanya, saat dia dan Gangaa melakukan pheras lalu lalu Gangaa pingsan. Dan ketika dokter memeberi kabar mengejutkan tentang kehamilan Gangaa. Sagar mengingat semuanya. Juga pertengkarannya dengan Niru, ketika dia lebih memilih Zoya daripada ibunya. Mengingat Niru, Sagar jadi kesal. Dia membanting gelas minumanya hingga percah berserakan. Dia coba menarik nafas, tapi dadanya terasa sakit. Sagar memegangi dadanya sambil menahan sakit hingga bersimpuh di lantai. madhvi datang dan kaget melihat kondisi sagar. Dia berlari mendekatinya, "Sagar, kau kenapa?"
 

Kashish memberitahu Gangaa kalau dokter terpaksa harus menjahit luka Krishna karena terlalu dalam. Gangaa sangat cemas. Kashis menangkan Gangaa kalau itu hanya operasi ringan saja.

Dokter datang untuk memeriksa sagar. Dengan cemas, madhvi bertanya apakah anaknya baik-baiks aja? Doktermeminta waktu untuk memeriksanya lebih dulu.

Krishan saudah sadar. Kashish dan Gangaa di perbolehkan untuk menemuinya. Ganga dan Kashis segera masuk menemui Krishan. Ganga mencium Krishna dan menanyakan kondisinya. krishna memberitahu mereka kakaud ia merasa sakit saat lukanya di jahit, tapi dirinya tidak menangis. Gangaa mengur Krishna karena bandel dan tidak mau mendengarkan dirinya dan Kashis. Krishna minta maaf. Kashis mengajak Gangaa keluar untuk mengatakan sesuatu. Suster menjaga Kashis.

DI luar Kashis memberitahu Gangaa kalau dokter telah melakukan pemeriksaan dan sejumlah tes, bahwa Krishna menjadi pusing karena tekanan darahnya menurun dratis. Gangaa binggung, "bagaimana ini bsia terjadi? DIamasih sangat mudah." Kashis menenangkan gangaa, "jangan cemas dulu, begitu  semua jasil test keluar kita bisa mendapatkan konfirmasinya." Gangaa tidak bisa tenang. Dia bersikeras ingin bertemu doktor.

Gangaa bergegas pergi ke ruangan dokter dan menanyakan kondisi Gangaa padanya. Dokter mempeersilahkan Gangaa dan kashis duduk. Gangaa menurut. Setalh keduanya cukup tenang, Dokter memberitahu mereka kalau Krishna memilihi lubang di jantungnya. Gangaa tersentak kaget.

Sagar sudah tersadar. madhvi terlihat lega. Dokter dan Mahdvi keluar. Di luar, mahdvi mengucapkan terima kasih. Doktermelarangnya mengatakn itu, menurut dolter saat ini Sagar baik-baik saja, "tapi beritahu dia agar tidak minum terlalu banyak. Itu tidak baik untuk kesehatannya. Saat ini aku sidah memberinya pain killer untuk meredahkan rasa sakit. tapi besok, bawa dia kerumah sakit.." madhvi memberitahu dokter kalau Sagar terlahir dengan lubang di jantung, "dia menderita sindrome blue baby.."

Di Banaras, Gangaa kaget mendengar penjelasan dokter, "blue baby?" Gangaa teringat dulu, saat kecil Sagar juga sering tiba-tiba pingsan jika kelelahan dan dokter memberitahu Niru dan Mahdvi kalau Sagar menderita Blue Baby. Gangaa memberitahu Kashis kalau dia tahu tentang penyakit ini, "sepertinya masa lalu telah kembali dalam hidupku lagi.."

Dari ruangan dokter, Gangaa dan Kashis segera pergi ke kamar Krishna. Krishna sedang tidur. Kashish menyentuh pundaknya dan mneyelimutinya. Gangaa menatap Krishna yang tertidur tenang dengan rasa sedih yang amat dalam.

Di rumah Chaturvedi, Pulkkt dan Supriya sedang terlibat pertengakaran kecil. Supriya protes karena Pulkit seperti tidak tertarik padanya lagi karena dia selalu pergi bekerja. Pulkit balik memprotes Supriya yang tidak pernah memperhatikan dirinya dan keluarganya, "apakah kau tahu kalau nenek demam?" Supriya kaget, 'nenek demam? aku tidak tahu..." Maharaj datang memberitahu Pulkit kalau nenek tidak mau makan apapun sejak kemarin. Pulkit menatap Supriya yang terlihat kaget. Pulkit lalu pergi ke kamar nenek bersama Maharaj ji.

Di kamar, nenek sedang berbaring. raut wajahnayterlihat sedih. Pulkkt mencopot sepatu di depan pintu kamar nenek dan masuk di ikuti Maharaj dan Zoya yang membawa segela susu diatas nampan.  Pulkit memanggil nenek. Zoya berkata kalau dia membawakan susu untuk nenek. Pulkit berkata, "biat aku yang menyajikannya.." Pulkit mengambil gelas susu dan duduk di samping nenek. Nenek ingin duduk. Pulkit membantunya. Pulkit menyuruh nenek minum susu. Nenek menolak, dia meminta Pulkit menelpon Sagar dulu, baru dia mau minum susu. Pulkit berkat akalau dia akan menelpon Niru. Tapi nenek melarangnya, "jangan membuat ayahmu cemas. AKu akan bicara padanya nanti..."

PREV   1   2

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode