Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 399 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 399 by Meysha Lestari. Sagar kembali ke taksi. Dia mengulurkan kantong belanja pada Madhvi dan duduk disebelah Mahdvi. Supri taksipun melajukan kednaraannya membelah jalan raya. DI jalan yang sama bus sekolah Krishna sedang melaju tak jauh dari taksi yang di tumpangi Sagar. Anak-anak dalam bus itu menyanyi. Sagar menatap kearah bis itu dengan rasa ingin Tahu. Supir taksi tersenyum dan berkata kalau itu adalah bus sekolah. Sagar mengangguk mengerti.

Dalam bus, murid-murid bernyanyi. Guru berkeliling memeriksa murid-muridnya. Krishna merasakan angin segar dari luar jendela. Diamendekatkan wajahnya  dan mengulurkan tanganya. Sagar juga melakukan hal yang sama. Kedua kendaraan mereka melaju berdampingan tapi keduanya tidak saling melihat. Sagar benat-benarmenikmati tiupan angin dingin yang menerpa wajahnya. Madhvi melihat itu dan menegur sagar dan menyuruhnya berhenti karena itu berbahaya, "sagar, apa yang kau lakukan?" Sagar cepat-cepat menarik tanganya dan menjawab kalau dia sangat menyukai udara dingin menyentuh pipinya.

 
DI bus, guru juga menegur Khrishna. Dan jawaban Krishna sama persi dengan apa yang di katakan Sagar. Guru tidak menghentikan Krishna. Lali Krishna mengeluarkan sal dan mengulurkannya keluar jendela dan memegang ujungnya sehingga sal itu berkibar bagai bendera yang tertiup angin. Karena pegangannya kurang erat, sal itu terlepas dan terbang kearah Sagar. Sagar kaget. Dia mengambil sal itu dan menatap kearah bus sekolah yang melajut di depannya. Sagar menyuruh supir membuntunti bus sekolah itu, "aku harus mengembalikan sal ini.." Sementara itu, melihat sal nya terbang,  Krishna berteriak cemas, "itu sal ku.. sal ku..!" Guru menegur krishna engan cemas.  Dia menutup jendela lalu menyuruh Krishan duduk manis.

Pulkit keluar dari rumah Gangaa. selang sementi kemudian, Gangaa datang sambil mengendarai sepeda. Dia memarkir sepedanya di halaman ketika dia melihat Pulkit sedang menstater motornya dan melaju pergi. Gangaa merasa heran, "apa yang di lakukan kak Pulkit di sini? Dia akan tahu kalau jam segini tidak ada seorangpun di rumah ini..." Gangaa hendak masuk kerumah, ketika Kashish keluar dan menutup pintu. Gangaa heran melihat Kashish ada di rumah dan menanyainya. Kashish menjawab kalau ada file pasien yang teringgal di rumah. Gangaa bertanya pada Kashis tentang Pulkit. Kashis yang terlihat sedikit gugup menjawab kalau diadatang untuk bertemu Gangaa. gangaa merasa heran, "mengapa dai datang jam segini? Kan dia tahu kalau aku tak ada di rumah jam segitu.." Kashis menggeleng tidak tahu, lalu pamit pergi.

Pulkit baru masuk rumah ketika hpnya berdering. Gangaa yang menelpon sambil masak. Gangaa berkata kalau dai memergoki pulkit. Pulkit kaget, "memergoki apa?" gangaa menjawab, "aku melihatmu datang kerumahku diam-diam. Apakah ada hal yang penting?" Pulkit terlihat sedikit gugup dan mencari alasan, "oh.. aku ingin memberitahu mu tentang Sagar.." Mendnegar nama Sagar, Gangaa langsung terdiam sejenak lalu berkata kalau dia tak ingin mendengar apapun tentang dia. Pulkit hendak mengatakan sesuatu ketika tiba-tiba terdengar suara nenek memanggilnya. Pulkit memberitahu Gangaa kalau nenek memanggil dan akan bicara dengannya lagi nanti. Setelah itu Pulkit menutup hpnya. Di seberang sana.. Gangaa termenung sedih mengingat Sagar.

Nenek, Maharaj dan Supriya berdiri di ruang tengah. Pulkit menghampiri mereka. Nenek memberitahu Pulkit kalau supir belum bertemu dengan Sagar. nenek berkat akalau dirinya sangat cemas dan ingin pergi ke asrama sekarang juga. Pulkit merasa heran. Karena dia telah menyuruh supir menjemput Sagar dan Madhvi ke bandara. Zoya datang dan berkata kalau dirinya telah coba menelpon supir, tapi tak di angkat. Pulkit berkata dia akan mencobanya, tapi Zoya melarang, "jangan kak, biar ku coba lagi.." Zoya menelpon Sonu.

Sonu sedang santai di belakang kemudi ketika hpnya berdering. Dia melihat siapa yang menelpon, ada tulisan BIWI no layar hpnya. Melihat itu, sonu ceopat-cepat merapikan rambutnya dan menyisir jenggotnya. Dia meraih hp dan menciumnya lalu menerima panggilan itu dengan sapaan mesra. Zoya pura-pura marah dan bertanya, "diaman kau?Kau harus datang secepatnay karena nenek ingin pergi ke asrama..." Sonu dengan wajah heran balik menanyai Zoyam, karena dia yang melarang dirinya pergi ke bandara. Zoya melarang Sonu membantah dirinya. Dia menyuruh Sonu pulang secepatnya, "kalau tidak.." Zoya menatap sekelilingnya dan melanjutkan, "..kau akan kehilangan pekerjaanmu!" Zoya lalu menutup telponnya. Dia memberitahu nenek kalau dia sudah menghubungi supir. Nenek terlihat sedikit tenang.

Sagar dan mahdvi tiba di asrama. Sagar menyuruh Mahdvi masuk kedalam, nanti dia yang akan membawa bagasi sekalian membayar ongkos taksi. Madhvi menurut. Setelah mendapatkan bagasinya, Sagar membayar supir taksi yang segera pamit pergi.

PREV   1   2

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode