-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga menginspirasi...

loading...

Sinopsis Gangaa episode 478 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 478 by Meysha Lestari. Sagar sedang bicara di telpon ketika gangaa datang. Gangaa menghampiri Sagar ketika dia telah menutup telponnya. Sagar menanyakan keadaan Niru. Gangaa memberitahu kalau Niru baik-baik saja, "tapi dokter ingin merawatnya dalam ruang observasi untuk sementara..." Sagar menjawba kalau doktertahu yang tebaik untuk papanya.

Madhvi memanggil sagar dan Gangaa dan bergega smenuruni tangga. Pulkit dan Supriya bergabung bersama mereka. madhvi berdiri di tengah mereka semua dan berkata kalau dirinya berhak untuk memikirkan apa yang terbaik untuk suaminya. Gangaa dan Sagar mengangguk. Madhvi melanjutkan, "karena itu aku telah memutuskan bahwa kalian berdua tdiak boleh tinggal di rumah ini lagi.." Sagar dan Gangaa kaget. Begitu pula Supriya dan Pulkit.   Madhvi berkata kalau sagar dan Gangaa harus pergi. Sagar bertanya, "apa? Apa yang kau katakan? Apa gunanya itu?" Sagar megajak Madhvi duduk dan membicarakannya. Tapi madhvi menolak, karena dia sudah memutuskan mereka berdua harus pergi dari rumah ini dan tinggal di paviliun rumah mereka, "selama roh jahat masih ada dalam rumah ini, maka kalian tidak boleh ada di sini..."

 
Supriya coba membujuk Mahdvi begitu pula pulkit tapi Mahdvi tidak tergerak untuk menarik kembali keputusannya. Gangaa meminta Mahdvi agar tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa, "kita bisa membicarakan secara baik-baik.." Dengan tegas Mahdvi memutuskan kalau itu adalah keputusan akhir, tidak bisa di ganggu gugat lagi, "Gangaa, kalau aku bilang pergi ya pergi.." Sagar berkeras tidak mau pergi dan akan tinggal di rumah itu. Gangaa menegur sagar. Mahdvi tak punya cara lain, dai melihat botol dan memecahkannya, lalu mengancam hendak bunuh diri. Sagar bertanya dengan panik, "mami, apa yang akan kau lakukan?" Abha mendengar keributan itu dan menonton drama itu sambil tersenyum.

Mahdvi berteriak histeris menyuruh sagar pergi. Sagar hendak menghampiri Mahdvi, tapi mahdvi melaranganya mendekat. Pulkit menahan sagar. Gangaa menenangkan Mahvdi dengan berkata kalau dirinya setuju untuk pergi dari rumah dan tinggal di Paviliun, "tapi tolong nyonya, jangan lakukan apapun.." Lalu Ghunghat waali mata datang besma rombongan. Mahdvi menghampirinya dan berlutut di kakinya, "mata ji..." Abha tersneyum melihat apa yang dilakukan Mahdvi sementara Sagar danyang lain tertegun  tak percaya. Dalam hati Gangaa berkata, "jadi ini sebabnya, Ghunghat waali mata telah mencuci otak nyonya..." mahdvi menyuruh Ghunghaat wali mata masuk. Prabha menunjuk kearah sagar dan Gangaa dan memberi isyarat agar keluar.

Semua terlihat tegamg. Mahdvi menatap sagar dan gangaa dan menyuruhnya keluar, "kalau kalian belum keluar, mata ji tak akan mau masuk. Ku mohon, kalian berdua keluarlah.." Prabha tersenyum dalam cadarnya. Pulkit menatap sagar dan Gangaa bergantian, keduanay tak ada yang bergera. lalu Mahdvi berteriak, "pergi!" Lalu Sagar melangkah keluar di ikuti Gangaa. Prabha tersenyum. lalu Mahdvi mempersilakan Prabha masuk "silakan, mata ji.." Prabha membatin dalam hati, "aku telah mematahkan ulang punggu keluarga ini dengan mengusir Sagar dan gangaa.."

PREV     NEXT

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode